3 Cara Bersyukur kepada Allah SWT: Kunci Keberkahan Hidup

3 Cara Bersyukur kepada Allah SWT: Kunci Keberkahan Hidup

Kajian Ramadan di Masjid At-Tahrim Dinas Pendidikan, Jumat (27/02/2026), menghadirkan suasana penuh khidmat dan refleksi. Mengangkat tema “3 Cara Bersyukur kepada Allah SWT”, kegiatan ini menghadirkan narasumber KH. Ahmad Kifni dari Purwokerto yang menyampaikan pentingnya syukur sebagai fondasi keimanan dan kunci keberkahan hidup.

Syukur bukan sekadar ucapan, melainkan bentuk kerendahan hati dan pengakuan bahwa segala keberhasilan, rezeki, dan kebahagiaan semata-mata berasal dari Allah SWT. Dalam pemaparannya, KH. Ahmad Kifni menjelaskan bahwa ada tiga cara utama bersyukur yang harus dipahami dan diamalkan oleh setiap muslim.

1. Syukur dalam Hati (Asy-Syukru bil-Qolbi)

Syukur dalam hati diwujudkan dengan mengakui dan merenungkan bahwa setiap nikmat, sekecil apa pun, adalah karunia Allah SWT. Hati yang bersyukur akan merasa ikhlas, tenteram, dan tidak sombong atas apa yang dimiliki.

Rasa syukur yang tertanam dalam hati melahirkan pribadi yang rendah hati, tidak mudah mengeluh, serta selalu melihat setiap peristiwa sebagai bagian dari rencana terbaik Allah.

2. Syukur dengan Lisan (Asy-Syukru bil-Lisan)

Bentuk syukur kedua adalah melalui lisan, yakni dengan memperbanyak mengucapkan kalimat tahmid: “Alhamdulillah” (Segala puji bagi Allah). Selain itu, umat Islam dianjurkan untuk melakukan tahadduts bin ni’mah, yaitu menceritakan nikmat sebagai bentuk pengakuan kepada Allah, bukan untuk pamer atau menyombongkan diri.

Syukur dengan lisan juga diwujudkan dengan menjaga perkataan dari ucapan buruk serta membiasakan diri berterima kasih kepada sesama manusia sebagai bentuk penghargaan atas kebaikan yang diterima.

3. Syukur dengan Perbuatan (Asy-Syukru bil-Amal/Arkan)

Syukur yang paling nyata adalah melalui perbuatan. Seluruh anggota tubuh digunakan untuk beribadah kepada Allah dan melakukan kebaikan. Nikmat harta dimanfaatkan untuk bersedekah dan membantu sesama. Nikmat kesehatan dijaga dan tidak digunakan untuk bermaksiat.

“Jika nikmat digunakan di jalan yang diridhai Allah, maka itulah hakikat syukur yang sebenarnya,” tegas KH. Ahmad Kifni dalam kajiannya.

Kajian Ramadan kali ini tidak hanya diikuti oleh segenap pimpinan dan karyawan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, tetapi juga dihadiri para siswa pemenang Lomba Ramadan Ceria yang digelar sehari sebelumnya oleh KKG PAI Kabupaten Banyumas. Kehadiran para siswa menambah semangat dan nuansa edukatif dalam kegiatan tersebut.

Dalam penutup kajian, narasumber mengingatkan janji Allah SWT sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah Ibrahim ayat 7, bahwa siapa yang bersyukur akan ditambah nikmatnya. Syukur menjadi kunci keberkahan, perlindungan dari azab, serta jalan meraih pahala besar di dunia dan akhirat.

Melalui momentum Ramadan ini, diharapkan seluruh peserta kajian mampu mengamalkan tiga bentuk syukur tersebut secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, sehingga keberkahan senantiasa menyertai langkah dan pengabdian mereka.(sunarto-27022026)

Related Posts

Komentar