Tingkatkan Pengelolaan Kelas Khusus Olahraga, Dindik Banyumas Lakukan Peningkatan Kapasitas ke SMPN 1 Kalasan, Sleman

Tingkatkan Pengelolaan Kelas Khusus Olahraga, Dindik Banyumas Lakukan Peningkatan Kapasitas ke SMPN 1 Kalasan, Sleman

Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas terus berupaya meningkatkan mutu layanan pendidikan, termasuk dalam pengelolaan Kelas Khusus Olahraga (KKO). Sebagai salah satu bentuk komitmen tersebut, Dindik Banyumas melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas pengelolaan KKO dengan melakukan kunjungan belajar ke SMPN 1 Kalasan, Sleman, Yogyakarta, pada Kamis (4 Desember 2025).

Sebagaimana diketahui, sekolah sebagai tempat menimba ilmu tidak hanya berfokus pada layanan akademik semata. Seiring perkembangan zaman, banyak satuan pendidikan menghadirkan layanan pengembangan minat dan bakat, khususnya di bidang olahraga. Di Banyumas, terdapat 10 sekolah menengah pertama negeri yang telah menyelenggarakan KKO dan terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelolanya.

Kegiatan yang berlangsung di SMPN 1 Kalasan—berlokasi di Jl. Solo KM 14.5, Glondong, Tirtomartani, Kalasan—dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Banyumas, Sarno, S.Pd., S.H., M.Si. Rombongan terdiri dari para kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta guru pendidikan jasmani yang ingin mendalami praktik baik pengelolaan KKO di sekolah tersebut.

"Kami ingin mengetahui manajemen dan praktik baik pengelolaan Kelas Khusus Olahraga di Kalasan ini," ujar Sarno.

SMPN 1 Kalasan merupakan salah satu sekolah rujukan nasional dalam pengelolaan KKO. Sejak mendapatkan penunjukan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun 2011, sekolah ini telah mencetak banyak atlet muda berprestasi dari berbagai cabang olahraga.

Siti Fatimah, salah satu guru tim KKO SMPN 1 Kalasan, menjelaskan bahwa penunjukan dari kementerian tidak terlepas dari sejumlah prestasi bidang olahraga yang dimiliki sekolah sebelum tahun 2011. Sejak itu, manajemen KKO dikembangkan secara serius dan berkelanjutan.

"Kami menerima satu rombongan belajar setiap tahun, sebanyak 32 siswa khusus KKO, di luar kelas reguler," ungkapnya.
"Calon siswa dari cabang olahraga apa pun dipersilakan, namun seleksi tetap melalui tiga pintu utama yaitu sepak bola, bola voli, dan basket."

Dalam sesi diskusi, tim narasumber SMPN 1 Kalasan memaparkan berbagai hal yang telah berjalan selama 14 tahun terakhir, mulai dari manajemen teknis, pembiayaan, hingga kerja sama dengan berbagai pihak. Pola penerimaan peserta didik baru menjadi salah satu poin yang menarik perhatian rombongan Dindik Banyumas.

Calon siswa KKO di SMPN 1 Kalasan dapat berasal dari seluruh wilayah DIY, tidak terbatas hanya dari Kabupaten Sleman. Mekanisme seleksi dilakukan melalui penilaian rapor SD (50%), selebihnya penilaian dari portofolio prestasi, tes diagnostik fisik, asesmen psikologi, dan wawancara.

Dari sisi pendanaan, KKO di SMPN 1 Kalasan didukung oleh berbagai sumber yaitu APBD melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Sleman, dana BOS, serta kontribusi sponsor termasuk wali murid.

Kegiatan peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan KKO di Banyumas, baik dari sisi manajemen, pembinaan atlet, maupun kerja sama lintas lembaga, sehingga mampu melahirkan lebih banyak prestasi di bidang olahraga sekaligus tetap menjaga mutu akademik para peserta didik. (sunarto-04122025)

Related Posts

Komentar