
Semarakkan Ramadan, Dinas Pendidikan Banyumas Gelar Kajian tentang Keutamaan I’tikaf
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan adalah melaksanakan i’tikaf di masjid. I’tikaf merupakan ibadah dengan cara berdiam diri atau menetap di dalam masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan ini umumnya dilakukan pada 10 malam terakhir Ramadan sebagai ikhtiar meraih kemuliaan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Dalam pelaksanaannya, i’tikaf diisi dengan berbagai kegiatan ibadah seperti melaksanakan shalat sunnah, berdzikir, membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, hingga melakukan muhasabah atau refleksi diri. Dengan berdiam di masjid, seorang muslim berusaha memusatkan hati dan pikirannya hanya untuk beribadah serta menjauhkan diri sementara dari berbagai kesibukan duniawi.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Darussalam saat memberikan Kajian Ramadan, Jumat (06/03/2026) di Masjid At-Tahrim Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas.
Dalam penjelasannya, Darussalam menyampaikan bahwa dalam mazhab Syafi’i, i’tikaf tidak mensyaratkan waktu yang lama.
“Menurut mazhab Syafi’i, waktu minimal untuk i’tikaf adalah sebentar (sa’ah), yang ditafsirkan seperti tuma’ninah atau diam sejenak, lamanya minimal seperti satu bacaan dalam ruku’ atau sujud. Tidak ada batasan minimal waktu tertentu seperti sehari semalam, asalkan berdiam di masjid dengan niat i’tikaf,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga menerangkan mengenai peringkat tempat terbaik untuk melaksanakan i’tikaf. Tempat paling utama adalah Masjidil Haram di Makkah dengan keutamaan pahala yang dilipatgandakan hingga seratus ribu kali. Selanjutnya adalah Masjid Nabawi di Madinah yang memiliki keutamaan besar, termasuk adanya Raudhah yang dikenal sebagai tempat mustajab untuk berdoa. Peringkat berikutnya adalah Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian masjid jami’ yang digunakan untuk pelaksanaan shalat Jumat, dan terakhir masjid non-jami’ seperti surau atau langgar yang tidak digunakan untuk shalat Jumat.
Darussalam menegaskan bahwa tujuan utama i’tikaf di bulan Ramadan adalah untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT, meningkatkan ketakwaan, serta meraih keberkahan malam Lailatul Qadar. Dengan memperbanyak ibadah di masjid, seorang muslim dapat memperkuat hubungan spiritualnya dengan Allah SWT melalui dzikir, tilawah Al-Qur’an, mendengarkan kajian, dan memperbanyak doa.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghadiri majelis ilmu sebagai bagian dari upaya meningkatkan keimanan.
“Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah dan Abi Dzar r.a., menghadiri majelis orang berilmu lebih utama dari salat seribu rakaat,” ungkapnya.
Kajian Ramadan yang dilaksanakan setiap Jumat pagi ini menjadi agenda rutin Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas selama bulan suci. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh karyawan dan karyawati, dengan menghadirkan para penceramah serta berbagai tema keislaman yang bertujuan menambah wawasan dan memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja.
(sunarto-06032026)


