
Upaya Peningkatan Taqwa melalui Amaliah Ramadan
Purwokerto, 18 Februari 2026 — Mengawali bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Masjid At-Tahrim Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas menggelar Shalat Tarawih berjamaah pada Rabu (18/02/2026). Kegiatan yang diikuti oleh sejumlah karyawan Dinas Pendidikan serta masyarakat sekitar berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan semangat kebersamaan.
Bertindak selaku imam Tarawih adalah Ustadz Qois dari Sokaraja, yang memimpin rangkaian ibadah dengan bacaan tartil dan suasana yang khidmat sehingga menambah kekhusyukan jamaah dalam menunaikan qiyamul lail.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Drs. H. Joko Wiyono, M.Si, menegaskan bahwa kewajiban puasa Ramadan sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183 ditujukan secara khusus kepada orang-orang beriman, sebagaimana firman Allah “Yā ayyuhallażīna āmanū”.
“Perintah puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pendidikan jiwa untuk mencapai derajat ketakwaan. Umat-umat terdahulu juga diwajibkan berpuasa sebagai proses pembentukan karakter dan pengendalian diri,” ujar beliau di hadapan jamaah.
Lebih lanjut, dalam kultum Tarawihnya, beliau mengajak para jamaah untuk memahami hakikat takwa secara mendalam melalui penguatan empat sifat mulia yang disebut sebagai Quantum Taqwa, yakni Taqwa, Tawadhu’, Qana’ah, dan Wara’.
Taqwa (تقوى) secara harfiah berarti memelihara atau melindungi diri. Secara istilah, taqwa adalah menjalankan segala perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya sebagai wujud ketaatan total kepada Sang Pencipta.
Tawadhu’ (تواضع) merupakan sikap rendah hati, tidak angkuh, dan tidak sombong, baik di hadapan Allah maupun sesama manusia. Sikap ini lahir dari kesadaran bahwa seluruh kenikmatan dan keberhasilan bersumber dari Allah SWT.
Qana’ah (قناعة) adalah sikap merasa cukup dan bersyukur atas segala hasil usaha dan pemberian Allah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Dengan qana’ah, seseorang akan terhindar dari sifat tamak dan selalu merasakan ketenangan batin.
Sementara itu, Wara’ (ورع) merupakan kehati-hatian dalam menjaga diri dari perbuatan dosa, maksiat, serta perkara-perkara yang masih samar atau belum jelas kehalalannya (subhat). Sifat ini menjadi benteng moral yang menjaga kemurnian iman.
Keempat sifat tersebut, apabila berpadu dalam diri seorang muslim, akan membentuk karakter yang kokoh, menghadirkan ketenangan jiwa, serta mengantarkan pada kebahagiaan dunia dan akhirat.
Kegiatan Tarawih perdana ini menjadi momentum awal penguatan spiritual bagi seluruh aparatur dan masyarakat sekitar lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, sekaligus meneguhkan komitmen menjadikan Ramadan 1447 H sebagai bulan peningkatan iman, integritas, dan pelayanan yang lebih bermakna bagi masyarakat. (sunarto-18022026)
