
Pemerintah Targetkan Tambahan 3 IFP per Sekolah pada 2026, Dorong Pembelajaran Digital Interaktif
Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam mendorong transformasi digital pendidikan nasional. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan penambahan tiga unit Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital untuk setiap satuan pendidikan di Indonesia. Secara keseluruhan, ditargetkan sekitar 1 juta unit IFP akan terpasang guna menunjang pembelajaran berbasis teknologi di sekolah-sekolah.
Hal tersebut disampaikan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, saat menyampaikan materi pada Rapat Koordinasi Data dan Teknologi Informasi Pendidikan di Jakarta, Selasa (16/12/2025).
“Tambahan tiga unit IFP bagi sekolah ditahun depan,” ujar Dirgayuza Setiawan di hadapan para peserta rakor.
Tidak hanya pengadaan perangkat, pemerintah juga menyiapkan dukungan infrastruktur penunjang agar pemanfaatan teknologi berjalan optimal. Salah satunya melalui peningkatan daya listrik di satuan pendidikan.
“Pemerintah juga akan menambah daya listrik menjadi 2.200 VA bagi satuan pendidikan agar bisa menggunakan IFP untuk pembelajaran, termasuk penambahan BOS untuk kebutuhan pembelajaran digital,” tambahnya.
Program penguatan sarana pembelajaran digital ini bertujuan menjadikan proses belajar mengajar semakin interaktif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman, sehingga kualitas pembelajaran di kelas dapat meningkat secara signifikan. Dengan ketersediaan beberapa unit IFP, sekolah diharapkan dapat memanfaatkannya di lebih dari satu kelas.
Kebijakan ini diperkuat melalui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Revitalisasi Satuan Pendidikan, yang menjadi dasar hukum percepatan digitalisasi pendidikan. Program pemasangan IFP sendiri telah mulai berjalan pada tahun 2025 dengan fokus pada distribusi awal ke sekolah-sekolah, dan akan diperluas secara masif pada tahun 2026.
Melalui langkah strategis ini, pemerintah berharap ekosistem pendidikan digital di Indonesia semakin matang, merata, dan mampu mencetak generasi pembelajar yang adaptif terhadap teknologi.
(sunarto-16122025)


