Kemendikdasmen Distribusikan Interactive Flat Panel (IFP) untuk Percepatan Digitalisasi Pembelajaran di Sekolah

Kemendikdasmen Distribusikan Interactive Flat Panel (IFP) untuk Percepatan Digitalisasi Pembelajaran di Sekolah

Kementerian Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) terus mendorong percepatan transformasi digital di dunia pendidikan. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah pendistribusian Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Program ini menjadi bagian dari agenda besar digitalisasi pendidikan, yang bertujuan membangun ekosistem pembelajaran berbasis teknologi dan menciptakan ruang kelas digital (digital classroom) yang interaktif dan kolaboratif.

Hingga saat ini, tercatat 64.072 unit IFP telah didistribusikan ke satuan pendidikan di berbagai daerah. Pendistribusian tahap awal telah dimulai dan ditargetkan selesai pada Desember 2025, sementara penyaluran lanjutan akan terus dilakukan hingga tahun 2029. Pemerintah menargetkan setiap sekolah nantinya memiliki enam unit IFP untuk mendukung kegiatan pembelajaran.

Perangkat Interactive Flat Panel (IFP) merupakan layar sentuh interaktif yang berfungsi menggantikan papan tulis konvensional. Melalui teknologi ini, guru dan peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan konten digital seperti video, animasi, gamifikasi, simulasi, maupun augmented reality. Pembelajaran pun diharapkan menjadi lebih menarik, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Dr. Gogot Suharwoto, menyampaikan bahwa program digitalisasi pembelajaran merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden untuk mempercepat adaptasi teknologi dalam dunia pendidikan.

“Digitalisasi pembelajaran merupakan media untuk membangun ekosistem digital classroom dan pembelajaran berbasis teknologi yang sesuai dengan tuntutan zaman. Sekolah-sekolah yang menerima IFP juga kita latih melalui bimbingan teknis agar optimal dalam penggunaan fitur-fitur yang ada,” ungkap Dirjen Gogot, Sabtu (23/8) seperti dilansir lamanpuslapdik.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas melalui Kabid Pembinaan SD, Taryono, S.T., MPA., mengingatkan satuan pendidikan agar berhati-hati dalam menerima dan menyimpan perangkat yang telah dikirim.

“Ijin Bapak/Ibu Korwilcam Dindik, saat ini sudah dikirim beberapa barang Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah. Mohon infokan untuk tidak diinstal apapun, kecuali oleh tenaga teknis dari perusahaan pengirim. Dihimbau untuk diamankan barang tersebut,” pesannya.

Langkah pendistribusian IFP ini diharapkan menjadi pendorong utama dalam memperkuat pembelajaran berbasis teknologi serta meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah. Dengan dukungan perangkat digital yang memadai, pendidikan Indonesia terus bergerak menuju pembelajaran abad ke-21 yang modern, interaktif, dan berdaya saing global.(sunarto-27102025)

Related Posts

Komentar