Menu Navigasi

BERITA DINAS PENDIDIKAN

451 Calon Pramuka Garuda Lumbir Diuji, Karakter Jadi Perhatian Tim Kwarcab Banyumas

19 October 2026
451 Calon Pramuka Garuda Lumbir Diuji, Karakter Jadi Perhatian Tim Kwarcab Banyumas
Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas | Publikasi Informasi Digital

Banyumas, 19 October 2026 –

LUMBIR – Sebanyak 451 anggota Pramuka Siaga dan Penggalang mengikuti penilaian calon Pramuka Garuda Kwartir Ranting (Kwarran) Lumbir Tahun 2026 di kompleks SD Negeri 1 Parungkamal, Sabtu (17/10/2026). Dengan pendampingan tim monitoring Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyumas, kegiatan tersebut menjadi ajang untuk menguji kecakapan sekaligus memastikan nilai kedisiplinan, kemandirian, kejujuran, dan tanggung jawab benar-benar tumbuh dalam diri peserta.

Dari ratusan peserta yang mengikuti penilaian, sebanyak 371 merupakan Pramuka Siaga, terdiri atas 187 putra dan 184 putri. Sementara itu, 80 peserta lainnya berasal dari golongan Penggalang, dengan komposisi 25 putra dan 55 putri. Mereka mengikuti serangkaian pengujian sebagai bagian dari proses untuk meraih predikat tertinggi dalam jenjang kecakapan kepramukaan tersebut.

Namun, Pramuka Garuda bukan sekadar persoalan memperoleh lencana atau pengakuan atas pencapaian pribadi. Di balik proses penilaian, terdapat tanggung jawab yang lebih besar, yakni membuktikan bahwa nilai-nilai kepramukaan telah menjadi bagian dari perilaku sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Untuk memastikan proses berlangsung sesuai ketentuan, Tim Monitoring Kwarcab Banyumas, Kak Rian Purwiyanti Isnaningtyas, S.Pd.Gr., dan Kak Tofik Suprapto, S.Pd.SD., turun langsung memantau pelaksanaan penilaian. Pengawasan dilakukan terhadap kesiapan administrasi, pemenuhan Syarat Kecakapan Khusus (SKK), serta pelaksanaan tahapan pengujian yang menjadi bagian dari penentuan kelayakan calon Pramuka Garuda.

Kak Rian Purwiyanti Isnaningtyas menegaskan, monitoring bukan sekadar memastikan kegiatan berjalan tertib, melainkan juga menjaga agar predikat Pramuka Garuda diberikan berdasarkan kemampuan dan perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Predikat Pramuka Garuda tidak boleh berhenti sebagai kebanggaan karena memperoleh lencana. Kami ingin memastikan setiap peserta yang dinyatakan memenuhi syarat benar-benar menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, dan keteladanan. Penilaian harus objektif agar penghargaan ini memiliki makna dan menjadi bukti kualitas pembinaan kepramukaan,” ujarnya.

Ketua Kwarran Lumbir, Ary Kurniawan, S.Pd.SD., menyambut baik kehadiran tim monitoring dari Kwarcab Banyumas. Menurut dia, pendampingan tersebut menjadi dorongan bagi pengurus kwartir ranting, pembina, dan tim penilai untuk terus memperkuat pembinaan anggota muda, bukan hanya dalam penguasaan keterampilan kepramukaan, tetapi juga dalam pembentukan karakter.

“Yang ingin kami bangun bukan sekadar banyaknya anggota yang meraih predikat Pramuka Garuda, melainkan lahirnya generasi yang mampu menjadi teladan. Kami bangga melihat semangat 451 calon peserta ini. Harapannya, nilai yang mereka pelajari dalam kepramukaan benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat,” kata Ary Kurniawan.

Di balik kelancaran kegiatan, terdapat kerja bersama pengurus dan panitia yang menyiapkan kebutuhan teknis serta rangkaian pengujian. Ketua Tim Pengembang Pramuka Garuda Kwarran Lumbir, Iguh Widodo, S.Pd., bersama Ketua Panitia, Sugino, S.Pd., memastikan kegiatan yang berlangsung di pangkalan SD Negeri 1 Parungkamal berlangsung tertib dan kondusif sehingga peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan baik.

Sementara itu, Koordinator Tim Penilai, Andy Dwi Atmoko, S.Pd., menjelaskan bahwa penilaian dilaksanakan secara menyeluruh dengan memperhatikan pengetahuan, keterampilan kepramukaan, pemenuhan persyaratan kecakapan, serta perilaku peserta. Dengan pendekatan tersebut, proses evaluasi diharapkan dapat memberikan gambaran yang utuh mengenai kesiapan setiap calon dalam memenuhi kriteria Pramuka Garuda.

“Penilaian tidak cukup hanya melihat kelengkapan berkas atau kemampuan menjawab pertanyaan. Kami juga memperhatikan keterampilan, sikap, dan pemahaman peserta terhadap nilai-nilai kepramukaan. Prinsipnya, mereka yang dinyatakan memenuhi syarat harus benar-benar siap menunjukkan kemandirian, kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Andy Dwi Atmoko.

Melalui proses tersebut, penilaian calon Pramuka Garuda di Kwarran Lumbir diharapkan tidak berhenti pada pencapaian individual. Kegiatan ini juga menjadi ruang evaluasi bagi pembina dan pangkalan untuk melihat sejauh mana pendidikan kepramukaan telah diterapkan secara konsisten, terutama melalui pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma dalam keseharian peserta didik.

Di tengah perubahan zaman dan tantangan pergaulan anak, pembinaan karakter menjadi pekerjaan yang membutuhkan keteladanan serta pendampingan berkelanjutan. Kepramukaan menawarkan ruang belajar yang menghubungkan pengetahuan dengan praktik, mulai dari disiplin mengikuti kegiatan, bekerja sama dalam kelompok, menyelesaikan tugas, hingga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Monitoring Kwarcab Banyumas di Kwarran Lumbir pun menjadi bagian dari upaya menjaga mutu pembinaan dan kredibilitas penganugerahan Pramuka Garuda. Lebih dari sekadar mengejar predikat, keberhasilan kegiatan ini pada akhirnya diharapkan tercermin dari lahirnya generasi muda yang terampil, berkarakter, dan mampu membawa nilai-nilai kepramukaan ke tengah kehidupan masyarakat.

Aksesibilitas
Ukuran Huruf
Mode Kontras
Suara Pembaca (TTS) Klik teks apa saja di halaman untuk mendengarkan suara pembaca setelah fitur diaktifkan.