Menu Navigasi

BERITA DINAS PENDIDIKAN

Sosialisasikan Wajib Belajar 13 Tahun, Banyumas Tekankan Akses dan Mutu PAUD

16 October 2026
Sosialisasikan Wajib Belajar 13 Tahun, Banyumas Tekankan Akses dan Mutu PAUD
Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas | Publikasi Informasi Digital

Banyumas, 16 October 2026 –

PURWOKERTO, INFO BANYUUMAS – Langkah menuju pendidikan yang lebih berkualitas tidak cukup dimulai ketika anak memasuki bangku sekolah dasar (SD). Satu tahun pendidikan prasekolah menjadi tahapan penting untuk menyiapkan fondasi belajar, membangun karakter, serta menumbuhkan kesiapan anak sebelum memasuki pendidikan formal. Semangat inilah yang mengemuka dalam Sosialisasi Program Wajib Belajar 13 Tahun melalui Satu Tahun Pendidikan Pra-SD Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kab. Banyumas di Gladiola Room, D’Garden Hall & Resto Purwokerto, Kamis (15/10).

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kab. Banyumas, Dedy Noerhasan, S.T., M.Si., serta Dr. Asef Umar Fakhrudin, M.Pd.I., dari UIN Saizu Purwokerto. Kehadiran keduanya diharapkan memperkuat pemahaman peserta mengenai arah kebijakan, perencanaan pembangunan daerah, dan pentingnya pendidikan prasekolah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Sosialisasi diikuti para Penilik Pendidikan Nonformal, Pengawas TK, Kepala TK Negeri, serta perwakilan satu orang pendidik PAUD dari setiap kecamatan di wilayah Kab. Banyumas. Mereka menjadi bagian penting dalam menyampaikan informasi sekaligus menggerakkan satuan pendidikan agar semakin memahami urgensi layanan pendidikan bagi anak sebelum memasuki jenjang SD.

Program Wajib Belajar 13 Tahun melalui satu tahun pendidikan prasekolah menempatkan PAUD sebagai bagian strategis dalam perjalanan pendidikan anak. Pendidikan usia dini bukan sekadar tempat bermain atau mengenalkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, melainkan ruang untuk mengembangkan aspek nilai agama dan moral, sosial-emosional, bahasa, kognitif, fisik-motorik, serta kemandirian anak secara menyeluruh.

Dalam konteks pembangunan daerah, perencanaan program pendidikan memerlukan sinergi antara kebijakan, ketersediaan layanan, dan kesiapan pelaksana di lapangan. Pemaparan dari Kepala Bapperida Kabupaten Banyumas diharapkan memberikan perspektif mengenai pentingnya memasukkan kebutuhan pendidikan anak usia dini ke dalam perencanaan pembangunan yang berkelanjutan, sesuai kondisi dan karakteristik wilayah.

Pendidikan prasekolah juga memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang setara. Kondisi geografis, keterjangkauan satuan PAUD, kemampuan ekonomi keluarga, serta pemahaman orang tua menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar kebijakan tersebut dapat diterjemahkan menjadi layanan nyata dan tidak berhenti pada tataran sosialisasi.

Dalam pemaparannya, Dr. Asef Umar Fakhrudin, M.Pd.I., dari UIN SAIZU Purwokerto menegaskan bahwa keberhasilan Program Pendidikan Satu Tahun Pra-SD/MI membutuhkan strategi yang terarah dan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, kebijakan tersebut harus diwujudkan melalui langkah nyata agar setiap anak memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan prasekolah sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.

“Ada beberapa strategi untuk menyukseskan Program Pendidikan Satu Tahun Pra-SD/MI, di antaranya memastikan setiap anak mengikuti pendidikan pra-SD/MI, memperkuat pendekatan kurikulum, menerapkan pembelajaran yang berbasis pada perkembangan anak, serta membangun layanan PAUD yang berkualitas dan merata,” paparnya.

Ia menekankan, pendidikan prasekolah perlu dirancang sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak. Penguatan kurikulum dan pembelajaran tidak semestinya hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga harus memberikan ruang bagi anak untuk bermain, bereksplorasi, mengembangkan karakter, membangun kemandirian, dan menumbuhkan keterampilan sosial.

Pemerataan layanan PAUD juga menjadi faktor penting agar kebijakan satu tahun pendidikan prasekolah tidak hanya menjangkau anak-anak di wilayah yang mudah mengakses fasilitas pendidikan. Ketersediaan satuan pendidikan yang berkualitas, didukung pendidik yang kompeten serta kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, dan keluarga, menjadi bagian penting dalam mewujudkan kesempatan belajar yang lebih adil bagi seluruh anak.

Bagi para Penilik Pendidikan Nonformal dan Pengawas TK, sosialisasi ini memiliki arti penting sebagai bekal dalam menjalankan pendampingan, pembinaan, serta pemantauan satuan pendidikan. Sementara itu, kepala satuan dan pendidik PAUD diharapkan mampu menerjemahkan pemahaman yang diperoleh menjadi praktik pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, tanpa membebani mereka dengan tuntutan akademik yang belum sesuai usianya.

Peran keluarga juga tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan pendidikan prasekolah. Orang tua merupakan pendidik pertama dan utama yang membentuk kebiasaan anak di rumah. Karena itu, komunikasi antara satuan PAUD dan keluarga perlu diperkuat agar stimulasi perkembangan, pembiasaan perilaku positif, serta pengalaman belajar anak berlangsung secara berkesinambungan.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas diharapkan dapat memperkuat kesamaan pemahaman para pemangku kepentingan sekaligus mendorong koordinasi lintas unsur. Langkah berikutnya perlu diwujudkan melalui pemetaan kebutuhan, penguatan layanan PAUD, pendampingan pendidik, serta keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat sesuai kewenangan masing-masing.

Pada akhirnya, Wajib Belajar 13 Tahun melalui satu tahun pendidikan prasekolah bukan semata-mata persoalan menambah durasi pendidikan, melainkan ikhtiar menyiapkan generasi yang lebih siap menghadapi proses belajar berikutnya. Dari ruang-ruang PAUD baik di perkotaan hingga pelosok Banyumas, keberhasilan program ini akan ditentukan oleh kesungguhan semua pihak memastikan setiap anak memperoleh awal pendidikan yang layak, berkualitas, dan berpihak pada kebutuhan tumbuh kembangnya.

Aksesibilitas
Ukuran Huruf
Mode Kontras
Suara Pembaca (TTS) Klik teks apa saja di halaman untuk mendengarkan suara pembaca setelah fitur diaktifkan.