Menu Navigasi

BERITA DINAS PENDIDIKAN

Peringatan Hari Kartini, Dindik Banyumas Perkuat Komitmen Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS)

21 April 2026
Peringatan Hari Kartini, Dindik Banyumas Perkuat Komitmen Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS)
Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas | Publikasi Informasi Digital

Banyumas, 21 April 2026

PURWOKERTO – Suasana berbeda tampak dalam pelaksanaan apel pagi di halaman kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas pada Selasa (21/04/2026). Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, seluruh jajaran petugas apel mulai dari pemimpin barisan, pembaca doa, hingga pembina apel merupakan kaum perempuan.

Momen ini menjadi simbol nyata emansipasi dan kesetaraan gender di lingkungan pendidikan Kabupaten Banyumas. Bertindak sebagai Pembina Apel, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas, Dwi Kustantinah, S.H., membawakan amanat yang menyoroti relevansi perjuangan R.A. Kartini dengan tantangan pendidikan masa kini.

Fokus Program "Pasti Sekolah"
Dalam arahannya, Dwi Kustantinah menekankan bahwa semangat Kartini tentang hak pendidikan bagi kaum perempuan harus diperluas menjadi hak pendidikan bagi seluruh anak bangsa. Hal ini sejalan dengan salah satu program unggulan Trilas Bupati Banyumas, yaitu "Pasti Sekolah", yang fokus pada penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).

“Semangat perjuangan Kartini hari ini kita ejawantahkan melalui komitmen memastikan tidak ada anak di Banyumas yang putus sekolah. Program 'Pasti Sekolah' adalah jembatan untuk mengembalikan mereka ke jalur pendidikan,” ujarnya.

Sinergi Data dan Kolaborasi Lintas Sektor
Berdasarkan data terbaru dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikdasmen, tercatat saat ini terdapat sekitar 15.000 Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayah Kabupaten Banyumas. Angka ini menjadi perhatian serius bagi jajaran pendidikan di tingkat daerah.

Lebih lanjut, Dwi Kustantinah menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil validasi yang akurat.

"Data ATS yang kita miliki saat ini merupakan kompilasi komprehensif dari Data Pokok Pendidikan Kemendikdasmen, Data Dindukcapil, serta Data EMIS dari Kemenag. Dengan integrasi data ini, intervensi yang kita lakukan diharapkan bisa lebih tepat sasaran," tambahnya.

Tanggung Jawab Kolektif
Menutup amanatnya, Kabid PAUD tersebut menegaskan bahwa penuntasan isu ATS bukan hanya menjadi beban pundak Dinas Pendidikan semata. Dibutuhkan kerja sama masif dari berbagai pihak (stakeholders) untuk menjangkau anak-anak yang berada di luar sistem sekolah.

“Penanganan ATS adalah tanggung jawab bersama. Mulai dari tingkat dinas, peran aktif seluruh Kecamatan di Banyumas, hingga perangkat desa harus bersinergi. Jika kita bergerak bersama, target zero ATS di Banyumas bukan hal yang mustahil untuk dicapai,” pungkasnya.

Kegiatan apel pagi tersebut diakhiri dengan doa bersama untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Banyumas dan sesi foto bersama para petugas apel sebagai bentuk apresiasi terhadap peran perempuan dalam dunia birokrasi dan pendidikan.(sunarto)


Aksesibilitas
Ukuran Huruf
Mode Kontras
Suara Pembaca (TTS) Klik teks apa saja di halaman untuk mendengarkan suara pembaca setelah fitur diaktifkan.