Banyumas, 02 November 2026 –
Musim penghujan yang disertai bencana longsor turut berdampak pada sektor pendidikan di Kabupaten Banyumas. Tercatat ada 9 (sembilan) sekolah yang terdampak longsor sejak awal musim penghujan, di mana selain bangunan sekolah, longsor juga memutus sejumlah ruas jalan.
Sebagai langkah cepat untuk memastikan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan aman dan lancar, Bupati dan Wakil Bupati Banyumas melalui Dinas Perhubungan menyalurkan bantuan Bus Sekolah Gratis Tanggap Bencana bagi siswa yang terdampak tanah longsor di Desa Karanglewas.
Rute Layanan Antar Jemput:
Grumbul Kepel Desa Karanglewas – Desa Adisara – Desa Menganti – Desa Losari – SD N 1 Karanglewas. Layanan Bus Sekolah saat ini melayani Siswa yang melintas di Jembatan Desa Karanglewas, Kec. Jatilawang
"Ada 9 sekolah yang terdampak longsor, dan membutuhkan penanganan segera agar proses kegiatan belajar mengajar kembali normal, kita akan coba usulkan ke pemerintah daerah untuk mendapatkan penanganan melalui anggaran bantuan tidak terduga," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik), Widodo Sugiri, Senin (2 November 2026).
Pada kesempatan yang sama, Kasi Sarana dan Prasarana Bidang Pembinaan SD, Joni Kopriyanto, menyampaikan bahwa saat ini Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah tengah mendorong pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
"Dibeberapa satuan pendidikan SPAB sudah dibentuk seperti di sekolah PUHUA," tambahnya.
Langkah ini bertujuan untuk mengedukasi seluruh warga sekolah agar lebih siap, siaga, serta mampu melakukan tindakan preventif guna menekan risiko kerugian sekecil mungkin ketika terjadi bencana. Semoga Sekber SPAB di Banyumas dapat segera terwujud untuk melahirkan satuan pendidikan yang tangguh dan sadar bencana.
#Banyumas #PemkabBanyumas #BusSekolahGratis #Jatilawang #Karanglewas #TanggapBencana #SPAB #PendidikanBanyumas
(sunarto)