Banyumas, 16 October 2026 –
Karanglewas, 14 Oktober 2026 – Semangat transformasi digital dalam pembelajaran tampak di SMP Negeri 1 Karanglewas saat Pengawas Pembina melaksanakan pemantauan pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID), Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi keterampilan guru dalam mengoperasikan perangkat digital, tetapi juga berkembang menjadi ruang berbagi praktik baik untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik.
Kegiatan diawali dengan pemantauan pemanfaatan PID dalam pelaksanaan pembelajaran. Untuk menentukan guru model, sekolah menggunakan metode pengundian secara acak melalui aplikasi spin. Kesempatan pertama jatuh kepada Ibu Kati Nurasih, S.Pd., guru mata pelajaran IPA.
Dalam pemantauan tersebut, Ibu Kati menunjukkan penguasaan yang baik terhadap berbagai fitur PID yang mendukung kegiatan pembelajaran. Pengawas Pembina memberikan beberapa masukan, khususnya terkait pemanfaatan fitur berbagi layar (screen sharing), tangkapan layar (screenshot), dan penyimpanan materi ke drive yang belum dipraktikkan.
Menariknya, ketika diminta mempraktikkan kembali fitur-fitur tersebut pada sesi berikutnya, Ibu Kati dapat melakukannya dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan dasar telah dikuasai, sementara optimalisasi penggunaan fitur perlu terus dibiasakan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Guru Unjuk Kemampuan, PID Hadirkan Pembelajaran Lebih Interaktif
Setelah pemantauan pembelajaran, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan keterampilan seluruh guru dalam mengoperasikan PID. Secara bergantian, Bapak dan Ibu guru menunjukkan kemampuan mulai dari menyalakan perangkat, memilih fitur yang sesuai, hingga memanfaatkan media pembelajaran interaktif untuk mendukung penyampaian materi.
Berbagai praktik menarik pun ditampilkan. Fajar Edi Muwaffiq, S.Pd., menunjukkan kemahirannya dalam mengelola penilaian menggunakan Wayground. Sementara itu, Wini Widiastuti, S.Pd., memanfaatkan Educaplay untuk melaksanakan penilaian formatif melalui fitur Jumping Frog. Ia juga memperagakan penggunaan media pembelajaran interaktif “Tarik Tambang” yang tersedia di Rumah Pendidikan.
Melalui media tersebut, pembelajaran dapat dikemas dalam suasana bermain dan berkompetisi secara positif. Peserta didik tidak hanya menerima materi, tetapi juga berkesempatan terlibat aktif dalam proses belajar.
Praktik baik lainnya ditunjukkan oleh Kristianah,S.Si. yang mendemonstrasikan pemanfaatan GeoGebra dalam pembelajaran matematika. Penggunaan media digital ini membantu guru menyajikan konsep matematika secara lebih visual dan interaktif sehingga diharapkan dapat memudahkan peserta didik memahami materi.
Kombel Kitajari Menjadi Ruang Tumbuh Bersama
Lebih dari sekadar kegiatan monitoring dan evaluasi, pemantauan ini menjadi momentum untuk memperkuat budaya belajar bersama melalui komunitas belajar (kombel) Kitajari SMP Negeri 1 Karanglewas.
Guru-guru yang telah memiliki keterampilan lebih dalam memanfaatkan PID berbagi pengalaman, menunjukkan langkah-langkah penggunaan fitur, dan mendemonstrasikan media pembelajaran yang telah mereka praktikkan. Sementara itu, guru-guru yang masih dalam tahap belajar memperoleh kesempatan untuk menyimak, mengamati, bertanya, dan memahami secara langsung cara mengoperasikan perangkat beserta aplikasinya.
Pola belajar seperti ini menghadirkan suasana kolaboratif yang positif. Pengetahuan tidak hanya diperoleh melalui pelatihan formal, tetapi juga tumbuh dari pengalaman nyata rekan sejawat. Guru yang telah mahir dapat menjadi sumber belajar bagi guru lainnya, sedangkan guru yang masih berproses mendapatkan dukungan untuk meningkatkan kompetensinya tanpa merasa tertinggal.
Melalui kombel Kitajari, pemanfaatan PID diharapkan tidak berhenti pada kemampuan teknis mengoperasikan perangkat. Lebih jauh, teknologi perlu digunakan secara tepat untuk memperkaya strategi pembelajaran, meningkatkan partisipasi peserta didik, serta mendukung pelaksanaan asesmen yang lebih menarik dan bervariasi.
Bapak Ibu Guru belajar bersama
Pengawas Pembina memberikan apresiasi terhadap semangat belajar yang ditunjukkan oleh Bapak dan Ibu guru SMP Negeri 1 Karanglewas. Antusiasme guru dalam mengikuti pemantauan, mencoba fitur, serta menunjukkan praktik pemanfaatan PID menjadi gambaran positif tentang kesiapan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi.
Semangat tersebut turut mendukung hasil pemantauan yang maksimal. Apresiasi ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh guru untuk terus meningkatkan keterampilan digital dan memperluas pemanfaatan berbagai sumber belajar yang tersedia.
Bagi SMP Negeri 1 Karanglewas, pemantauan ini bukanlah akhir dari proses, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan bahwa teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi pembelajaran. Penguasaan fitur dasar perlu terus diperkuat, sementara eksplorasi media interaktif dan aplikasi pembelajaran perlu dikembangkan sesuai karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan peserta didik.
Kegiatan ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital di sekolah tidak hanya ditentukan oleh tersedianya perangkat, tetapi juga oleh kemauan guru untuk terus belajar, berbagi, dan berkolaborasi.
Dengan semangat belajar bersama, tumbuh bersama, SMP Negeri 1 Karanglewas terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan esensi pendidikan: mendampingi setiap peserta didik agar belajar secara aktif, memahami materi dengan lebih baik, dan berkembang sesuai potensinya.
Penulis: Dwi Riyani Darma Setianingsih,S.Pd.,M.Pd. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Karanglewas.