Menu Navigasi

BERITA DINAS PENDIDIKAN

Gandeng Banyak Pihak, Pemda Banyumas Fokus Tangani Anak Tidak Sekolah

11 April 2026
Gandeng Banyak Pihak, Pemda Banyumas Fokus Tangani Anak Tidak Sekolah
Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas | Publikasi Informasi Digital

Banyumas, 11 April 2026

Pemerintah Kabupaten Banyumas menunjukkan komitmen kuat dalam menuntaskan persoalan anak tidak sekolah (ATS). Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, tercatat sebanyak 15.047 anak di Banyumas masuk kategori tidak sekolah.

Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Dwi Kustantinah, menjelaskan bahwa angka tersebut mencakup berbagai kategori, mulai dari anak putus sekolah, lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan, hingga anak yang belum pernah mengenyam bangku sekolah. “Termasuk jumlah lulus tidak melanjutkan, drop out, dan belum pernah bersekolah,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Amrin Ma’ruf, menegaskan bahwa kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Melalui program prioritas Bupati Banyumas, Trilas, pihaknya menargetkan penanganan ATS dapat dilakukan secara menyeluruh dan tuntas.

“Angka ini menjadi perhatian serius kami. Program Trilas dari Pak Bupati harus kita sukseskan. Intinya semua anak Banyumas harus kembali sekolah atau minimal memiliki ijazah,” tegas Amrin.

Upaya tersebut tidak dilakukan sendiri. Dinas Pendidikan menggandeng berbagai pihak, mulai dari unsur TNI-Polri, tenaga pendidik, penilik, hingga pengawas di tingkat koordinator wilayah kecamatan (korwilcam). Bahkan, tim khusus penanganan ATS telah dibentuk di tingkat kabupaten untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Data dari Dapodik pun diturunkan hingga ke tingkat kecamatan untuk diverifikasi secara langsung. Langkah ini dinilai penting agar penanganan yang dilakukan tepat sasaran dan sesuai kondisi riil di masyarakat.

Sementara itu, tim penanganan ATS terus bergerak aktif melakukan penyisiran di berbagai wilayah. Salah satunya di wilayah Kotayasa, Korwilcam Sumbang, yang teridentifikasi terdapat sejumlah anak putus sekolah pada jenjang SMP.

“Hari ini, Sabtu (11/04/2026) Sambil melakukan monitoring pelaksanaan TKA dan AN, kami juga menyisir wilayah. Di Kotayasa terindikasi ada lima anak putus sekolah tingkat SMP, dan kami dorong untuk melanjutkan pendidikan melalui PKBM terdekat,” ungkap Kasi Pendidikan Masyarakat dan Kursus, Ali Ma’sum.

Melalui sinergi lintas sektor dan langkah jemput bola di lapangan, Pemerintah Kabupaten Banyumas optimistis angka anak tidak sekolah dapat ditekan secara signifikan. Harapannya, tidak ada lagi anak di Banyumas yang kehilangan hak dasar untuk memperoleh Pendidikan.(sunarto-11042026)


Aksesibilitas
Ukuran Huruf
Mode Kontras
Suara Pembaca (TTS) Klik teks apa saja di halaman untuk mendengarkan suara pembaca setelah fitur diaktifkan.