Banyumas, 30 September 2026 –
Semangat melestarikan bahasa dan budaya Jawa terus tumbuh di kalangan generasi muda Kabupaten Banyumas. Salah satunya ditunjukkan oleh Yasmin Lakohita, siswi SMP Negeri 2 Rawalo yang berhasil meraih Juara I lomba Membaca dan Menulis Aksara Jawa dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Banyumas.
Prestasi tersebut sekaligus mengantarkan Yasmin untuk melanjutkan perjuangan ke FTBI tingkat Provinsi Jawa Tengah sebagai wakil Kabupaten Banyumas.
Yasmin merupakan putri pasangan Kilam dan Yan Sunarsih, warga Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas. Di tengah perkembangan teknologi dan budaya populer yang begitu cepat, Yasmin justru menunjukkan ketekunannya dalam mempelajari salah satu warisan budaya Jawa, yakni aksara Jawa.
Kemampuannya membaca dan menulis aksara Jawa membawanya menjadi yang terbaik dalam kompetisi FTBI tingkat Kabupaten Banyumas. Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Yasmin dan keluarganya, tetapi juga bagi SMP Negeri 2 Rawalo serta masyarakat Kecamatan Rawalo.
“Alhamdulillah, Yasmin berhak maju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah mewakili Banyumas,” ujar Haryanto Wibowo, Kepala SMP Negeri 2 Rawalo.
Menurutnya, capaian Yasmin menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan potensi sekaligus mencintai budaya daerah.
Bukan Sekadar Perlombaan
Festival Tunas Bahasa Ibu bukan sekadar ajang untuk mencari juara. Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, menggunakan, dan mencintai bahasa serta budaya daerah.
Melalui berbagai cabang lomba berbahasa dan bersastra Jawa, peserta didik diberikan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menunjukkan bahwa bahasa daerah tetap memiliki tempat di tengah kehidupan generasi muda saat ini.
Aksara Jawa yang dipelajari Yasmin menjadi salah satu bagian penting dari upaya tersebut. Kemampuan membaca dan menulis aksara Jawa bukan hanya keterampilan akademis, tetapi juga bentuk nyata dari upaya mengenal dan merawat warisan budaya.
Keberhasilan Yasmin menunjukkan bahwa pelestarian bahasa dan budaya daerah dapat tumbuh melalui lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dukungan orang tua, pendampingan guru, serta kesempatan bagi peserta didik untuk berkompetisi menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Dari Rawalo Membawa Nama Banyumas
Dari Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, langkah Yasmin kini berlanjut ke tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ia membawa bukan hanya nama sekolah, tetapi juga nama Kabupaten Banyumas dalam kompetisi FTBI tingkat provinsi.
Perjalanan Yasmin menjadi gambaran bahwa “tunas bahasa ibu” dapat tumbuh dari berbagai penjuru daerah. Mereka hadir dengan kemampuan dan kreativitas masing-masing untuk menjaga agar bahasa serta budaya daerah tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
FTBI menjadi salah satu ruang untuk menumbuhkan tunas-tunas tersebut. Bukan semata tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang bagaimana generasi muda memiliki kesempatan untuk mengenal, mencintai, menggunakan, dan melestarikan bahasa ibu.
Kini, setelah berhasil menjadi yang terbaik di tingkat Kabupaten Banyumas, Yasmin bersiap melanjutkan perjuangannya di tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan dilangsungkan pada 9-11 Oktober 2026 di Semarang,
Dari aksara Jawa yang dipelajari dengan tekun, tumbuh kecintaan terhadap budaya. Dari seorang Yasmin, Banyumas menaruh harapan agar bahasa dan aksara Jawa tetap hidup di tangan generasi muda.
(sunarto)