Banyumas, 27 May 2026 –
Banyumas — Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, untuk pertama kalinya melaksanakan Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) jenjang SD/MI sebagai langkah inovatif dalam penguatan evaluasi mutu pendidikan di daerah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 13–14 April 2026 dan diikuti peserta didik kelas VI SD dan MI se-Kabupaten Banyumas.
Pelaksanaan TKAD dilakukan pada dua mata pelajaran utama, yaitu Pendidikan Pancasila (PP) serta Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Hasil TKAD diharapkan dapat menjadi dasar pemetaan kemampuan akademik peserta didik sekaligus bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dasar di Kabupaten Banyumas.
Berdasarkan hasil analisis, rata-rata nilai Kabupaten Banyumas pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila mencapai 75,30, sedangkan mata pelajaran IPAS mencapai 64,57. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila relatif lebih baik dan lebih merata dibandingkan IPAS.
Adapun lima kecamatan dengan capaian nilai gabungan tertinggi adalah Purwokerto Utara, Purwokerto Barat, Banyumas, Lumbir, dan Purwokerto Timur. Hasil tersebut menunjukkan adanya praktik pembelajaran yang baik dan konsisten di wilayah-wilayah tersebut.
Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas menyampaikan bahwa pelaksanaan TKAD merupakan terobosan baru dalam sistem evaluasi pendidikan daerah. Selain untuk mengukur capaian akademik peserta didik, TKAD juga menjadi instrumen penting untuk memetakan mutu pendidikan secara lebih objektif dan terukur hingga tingkat kecamatan.
“TKAD ini menjadi langkah inovatif daerah dalam melakukan evaluasi pembelajaran sekaligus sebagai dasar penyusunan program peningkatan mutu pendidikan di Banyumas,” demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas.
Selama pelaksanaan TKAD, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Dukungan datang dari berbagai pihak, mulai dari peserta didik, guru, kepala sekolah, hingga orang tua siswa. Sekolah-sekolah juga menunjukkan kesiapan yang baik dalam mendukung kelancaran pelaksanaan asesmen tersebut.
Para guru menilai TKAD dapat menjadi bahan refleksi untuk memperbaiki strategi pembelajaran di kelas, khususnya dalam penguatan literasi, numerasi, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik. Sementara itu, orang tua menyambut positif adanya evaluasi akademik daerah yang dinilai dapat memberikan gambaran kemampuan anak secara lebih nyata.
Hasil TKAD juga menunjukkan bahwa mata pelajaran IPAS masih memerlukan perhatian dan penguatan lebih lanjut, terutama pada aspek penalaran, literasi sains, dan penyelesaian soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas akan mendorong penguatan komunitas belajar guru, pendampingan akademik bagi wilayah tertentu, serta replikasi praktik baik dari kecamatan dengan capaian tinggi.
Ke depan, hasil TKAD diharapkan menjadi pijakan penting dalam upaya
meningkatkan pemerataan dan kualitas pendidikan dasar di Kabupaten
Banyumas, sekaligus mewujudkan peserta didik yang unggul, berkarakter,
literat, dan berdaya saing.
(M. Robani_sikurdalmut)