Menu Navigasi

BERITA DINAS PENDIDIKAN

Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Kepala BKN RI Sampaikan 7 Pesan Penting untuk ASN Banyumas

05 October 2026
Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Kepala BKN RI Sampaikan 7 Pesan Penting untuk ASN Banyumas
Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas | Publikasi Informasi Digital

Banyumas, 05 October 2026 –

PURWOKERTO – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas memadati GOR Satria Purwokerto, Senin (5 Oktober 2026). Kehadiran mereka dalam kegiatan pembinaan ASN menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Hadir secara langsung memberikan pembinaan, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. Didampingi Kepala Kantor Regional I BKN, Sri Widayanti, S.H., M.M., Prof. Zudan menyampaikan sejumlah pesan penting kepada ribuan ASN Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Dengan gaya penyampaian yang lugas, komunikatif, dan dekat dengan keseharian ASN, Kepala BKN RI mengajak seluruh aparatur untuk melihat kembali hakikat keberadaan ASN sebagai pelayan masyarakat.

Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan publik tidak semata-mata berkaitan dengan aturan, sistem, maupun teknologi, tetapi sangat ditentukan oleh mindset atau pola pikir ASN dalam menjalankan tugas.

“Kalau mindset-nya berubah, cara melayaninya juga akan berubah,” pesan Prof. Zudan di hadapan ribuan ASN Banyumas.

Tujuh Pesan Penting Kepala BKN RI

1. Masyarakat adalah Pemilik Banyumas

Prof. Zudan mengingatkan ASN agar tidak memandang masyarakat sekadar sebagai pelanggan atau pemohon layanan. Masyarakat merupakan pemilik daerah, sedangkan ASN hadir sebagai pelayan.

Cara pandang tersebut, menurutnya, penting untuk menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas pemerintahan.

2. Layani dengan Gampang, Cepat, dan dengan Hati

Pelayanan publik tidak cukup hanya memenuhi prosedur dan persyaratan administratif. ASN dituntut menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, ramah, dan dilakukan dengan hati.

Pelayanan yang baik bukan hanya tentang seberapa cepat sebuah urusan selesai, tetapi juga bagaimana masyarakat merasa dihargai, dibantu, dan mendapatkan kepastian.

3. Jangan Biarkan Masyarakat “Salah Pintu”

Masyarakat yang datang ke unit pelayanan yang kurang tepat tidak seharusnya justru disalahkan. ASN perlu membantu dan mengarahkan hingga masyarakat menemukan unit atau petugas yang tepat.

“Kalau salah mendatangi OPD tertentu, antarkanlah mereka ke OPD yang tepat,” tegas Prof. Zudan.

Pesan tersebut menegaskan bahwa birokrasi harus hadir memberikan solusi, bukan menambah kesulitan masyarakat.

4. Bergerak Menuju Pelayanan Digital

Perkembangan teknologi menuntut birokrasi untuk terus beradaptasi. ASN didorong mengoptimalkan teknologi digital agar pelayanan semakin mudah diakses, cepat, transparan, dan efisien.

Digitalisasi juga harus diarahkan untuk memangkas proses birokrasi yang tidak diperlukan serta memberikan pengalaman layanan yang lebih baik kepada masyarakat.

5. Pemimpin Harus Mampu Merasakan

Seorang pemimpin tidak cukup hanya bekerja dari balik meja. Pemimpin perlu turun, melihat secara langsung persoalan di lapangan, serta mampu merasakan kondisi masyarakat dan ASN yang dipimpinnya.

Dengan empati tersebut, kebijakan yang diambil diharapkan lebih tepat, manusiawi, dan memberikan manfaat nyata.

6. Utamakan Kolaborasi, Bukan Kompetisi

Berbagai persoalan pemerintahan tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah atau satu orang. Karena itu, Prof. Zudan mengajak ASN mengedepankan kolaborasi dan menghilangkan ego sektoral.

Sinergi antar-OPD, instansi, dan seluruh unsur pemerintahan menjadi kekuatan penting untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik.

7. Berani Berinovasi dan Pangkas Birokrasi

ASN juga didorong berani melakukan inovasi dalam melaksanakan tugas. Prosedur yang terlalu panjang dan persyaratan yang tidak diperlukan perlu disederhanakan agar pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien.

Inovasi bukan sekadar menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, tetapi menemukan cara yang lebih baik, sederhana, dan memberikan manfaat dalam menyelesaikan pekerjaan serta melayani masyarakat.

Ubah Mindset, Ubah Cara Melayani

Dari tujuh pesan tersebut, perubahan mindset ASN menjadi benang merah yang ditekankan Kepala BKN RI.

ASN diingatkan bahwa kualitas pelayanan publik pada akhirnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketika aparatur mengubah cara pandang, maka cara bekerja dan cara melayani pun akan ikut berubah.

Pelayanan yang mudah, cepat, ramah, responsif, dan penuh empati akan semakin mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.

Pesan tersebut mendapat respons positif dari para ASN yang mengikuti kegiatan. Salah satunya disampaikan Taufiq Qurokhman, ASN dari Kecamatan Tambak, Banyumas.

Menurutnya, gaya penyampaian Kepala BKN RI terasa berbeda karena disampaikan dengan bahasa yang sederhana, menyejukkan, sekaligus menyentuh kesadaran ASN sebagai pelayan masyarakat.

“Adem mendengar apa yang disampaikan. Pasti kita sebagai ASN merasa terketuk hatinya untuk bisa menjalankan tugas dan melayani dengan baik,” ujarnya.

Pembinaan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pesan yang didengar dalam satu kegiatan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi perubahan nyata dalam budaya kerja ASN Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, empati, dan orientasi pada pelayanan, ASN Banyumas diharapkan semakin mampu menghadirkan pemerintahan yang responsif serta pelayanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Masyarakat bukan sekadar penerima layanan. Masyarakat adalah pemilik daerah, dan ASN hadir untuk melayani.

(sunarto)

Aksesibilitas
Ukuran Huruf
Mode Kontras
Suara Pembaca (TTS) Klik teks apa saja di halaman untuk mendengarkan suara pembaca setelah fitur diaktifkan.