Banyumas, 18 September 2026 –
Karanglewas — Supervisi pembelajaran merupakan salah satu tugas pokok kepala sekolah yang memiliki peran penting dalam memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik sekaligus menjadi sarana untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Supervisi tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan kontrol atau penilaian terhadap guru, tetapi juga sebagai proses refleksi untuk melihat apa yang sudah berjalan baik, apa yang masih menjadi kendala, serta perbaikan apa yang perlu dilakukan agar pembelajaran semakin berpihak kepada murid.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, SMP Negeri 1 Karanglewas secara rutin melaksanakan supervisi pembelajaran. Pelaksanaan supervisi diawali dengan membaca dan mempelajari catatan hasil evaluasi supervisi pada semester sebelumnya. Hasil evaluasi tersebut menjadi bahan bagi kepala sekolah dalam menyusun program supervisi pada semester berikutnya. Selanjutnya, kepala sekolah menyampaikan hasil refleksi dan rencana tindak lanjut kepada guru melalui sosialisasi program supervisi pembelajaran semester berjalan.
Tahap berikutnya adalah penyusunan jadwal supervisi. Wakil kepala sekolah bidang kurikulum mengirimkan tautan spreadsheet kepada seluruh guru untuk menentukan jadwal supervisi yang dapat dipersiapkan oleh masing-masing guru. Mekanisme ini memberikan kesempatan kepada guru untuk mempersiapkan materi, modul ajar, media, serta kelengkapan pembelajaran dengan lebih baik.
Untuk mendukung pelaksanaan supervisi, wakil kepala sekolah bidang kurikulum juga menyusun Surat Keputusan (SK) Asesor beserta pembagian tugasnya. Sebanyak enam asesor dilibatkan dalam pelaksanaan supervisi, yaitu kepala sekolah, tiga wakil kepala sekolah, dan seorang guru senior yang telah berpangkat IV/b. Dengan jumlah guru sebanyak 31 orang, pembagian tugas dilakukan agar supervisi dapat terlaksana secara efektif. Kepala sekolah mendapatkan tugas melakukan supervisi terhadap tujuh guru, sedangkan asesor lainnya masing-masing mendapatkan enam guru.
Supervisi Administrasi, Modul Ajar, dan Pembelajaran
Supervisi di SMP Negeri 1 Karanglewas mencakup beberapa aspek, yaitu supervisi administrasi guru, review modul ajar, dan supervisi pelaksanaan pembelajaran di kelas. Ketiganya dipandang sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan dalam mendukung kualitas pembelajaran.
Khusus untuk supervisi pembelajaran di kelas, pelaksanaannya dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu praobservasi, observasi pembelajaran, dan pascaobservasi.
Tahap praobservasi menjadi ruang awal bagi kepala sekolah dan guru untuk membangun komunikasi. Pada tahap ini, kepala sekolah menggali gambaran tentang rencana pembelajaran yang akan dilaksanakan, termasuk materi yang akan disampaikan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang digunakan, serta kendala atau hambatan yang mungkin muncul selama pembelajaran.
Tahap ini ternyata memberikan pengalaman yang sangat positif. Guru tidak hanya menyampaikan rencana pembelajaran, tetapi juga bersedia mengungkapkan hal-hal yang belum dikuasai serta meminta saran dan masukan kepada kepala sekolah. Bagi kepala sekolah, keterbukaan tersebut menjadi tanda bahwa supervisi mulai dipahami sebagai kesempatan untuk belajar, bukan sekadar kegiatan penilaian.
“Guru mau menyampaikan hal yang belum dikuasai dan meminta saran. Bagi kami, ini merupakan hal yang membanggakan karena menunjukkan adanya kemauan untuk terus belajar,” demikian refleksi kepala sekolah setelah pelaksanaan praobservasi.
Mengamati Pembelajaran Secara Utuh
Pada tahap observasi, supervisi dilakukan dengan mengamati proses pembelajaran secara utuh, mulai dari kegiatan awal, kegiatan inti, hingga kegiatan akhir.
Pada kegiatan awal, beberapa aspek yang diamati antara lain pelaksanaan tugas rutin, doa, penyampaian salam dan sapaan kepada siswa, pengecekan kehadiran, pemberian motivasi, apersepsi, penyampaian tujuan pembelajaran, serta penyampaian rencana penilaian.
Pada kegiatan inti, pengamatan diarahkan pada berbagai aspek pembelajaran yang mendukung kebutuhan murid. Di antaranya pelaksanaan asesmen diagnostik, pembelajaran berdiferensiasi, penguatan literasi dan numerasi, penerapan kompetensi sosial emosional (KSE), penggunaan metode pembelajaran yang interaktif, pemanfaatan media atau perangkat digital, penanaman nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila, pembelajaran yang bermakna, serta pengembangan keterampilan abad ke-21.
Selain itu, supervisi juga memperhatikan bagaimana guru membangun interaksi dengan siswa, termasuk keterbukaan terhadap pendapat siswa, pengembangan hubungan antarpribadi yang sehat, serta penggunaan bahasa yang baik, benar, dan efektif. Penilaian proses atau asesmen formatif juga menjadi bagian yang diamati selama pembelajaran berlangsung.
Sementara itu, pada kegiatan akhir, pengamatan diarahkan pada kegiatan menyimpulkan materi dan refleksi, pelaksanaan penilaian akhir atau post-test, serta tindak lanjut pembelajaran.
Dengan instrumen tersebut, supervisi tidak hanya melihat apakah guru menyampaikan materi, tetapi juga bagaimana guru menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan memberikan kesempatan kepada murid untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
Dari Observasi Menuju Refleksi
Pelaksanaan supervisi pembelajaran di SMP Negeri 1 Karanglewas berjalan dengan lancar. Tujuh guru yang menjadi sasaran supervisi kepala sekolah telah melalui seluruh tahapan, mulai dari praobservasi, observasi pembelajaran, hingga pascaobservasi. Komunikasi dan koordinasi antara kepala sekolah dengan guru juga dapat terlaksana dengan baik.
Hasil observasi menunjukkan bahwa secara umum guru telah melaksanakan langkah-langkah pembelajaran dengan baik. Beberapa aspek yang masih perlu diperkuat terutama berkaitan dengan pengelolaan waktu, pelaksanaan penilaian akhir, dan tindak lanjut pembelajaran.
Guru menyadari bahwa pembagian waktu masih menjadi tantangan. Dalam beberapa pembelajaran, keterbatasan waktu menyebabkan pelaksanaan penilaian akhir dan tindak lanjut belum dapat dilakukan secara optimal. Kesadaran guru terhadap kondisi tersebut menjadi bagian penting dalam proses refleksi karena guru dapat mengenali sendiri aspek yang perlu diperbaiki.
Hal positif lainnya terlihat dari keterbukaan guru terhadap kemampuan dan keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi. Beberapa guru mengakui masih memiliki hal-hal yang perlu dipelajari dalam bidang teknologi informasi dan bersedia untuk belajar kembali agar pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dapat lebih optimal.
Pada tahap pascaobservasi, kepala sekolah dan guru tidak berhenti pada pembahasan hasil pengamatan. Percakapan diarahkan pada refleksi dan pencarian solusi. Guru diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman selama pembelajaran, mengidentifikasi bagian yang sudah baik, mengakui kendala yang dialami, serta menentukan hal yang akan diperbaiki pada pembelajaran berikutnya.
Supervisi sebagai Tempat Belajar dan Bertumbuh Bersama
Pengalaman pelaksanaan supervisi semester ini memberikan pembelajaran bahwa supervisi pembelajaran dapat menjadi ruang dialog yang mendorong guru untuk terus berkembang. Ketika guru merasa aman untuk menyampaikan kesulitan, mengakui keterbatasan, dan meminta masukan, supervisi tidak lagi hanya dipandang sebagai kegiatan penilaian, tetapi menjadi bagian dari budaya belajar bersama.
Bagi SMP Negeri 1 Karanglewas, hasil supervisi bukanlah akhir dari sebuah proses. Temuan supervisi menjadi bahan untuk menentukan langkah perbaikan pada pembelajaran berikutnya. Guru diberikan ruang untuk mencoba kembali, memperbaiki pengelolaan waktu, memperkuat asesmen akhir, menyusun tindak lanjut, serta meningkatkan kemampuan pemanfaatan teknologi.
Supervisi pembelajaran di SMP Negeri 1 Karanglewas pada akhirnya menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang terus belajar. Kepala sekolah belajar dari guru, guru belajar dari pengalaman pembelajarannya, dan seluruh warga sekolah belajar untuk bersama-sama menciptakan pembelajaran yang semakin baik.
Supervisi bukan tentang mencari siapa yang kurang, tetapi tentang menemukan apa yang dapat diperbaiki dan bagaimana kita dapat bertumbuh bersama.
Penulsi: Dwi Riyani Darma Setianingsih,S.Pd.,M.Pd (Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Karanglewas)