Banyumas, 23 July 2026 –
Setiap tanggal 23 Juli, bangsa Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN) sebagai momentum untuk meneguhkan komitmen bersama dalam memenuhi hak, melindungi, serta mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi seluruh anak Indonesia. Momen ini tidak hanya menjadi pengingat akan pentingnya peran anak dalam pembangunan bangsa, tetapi juga menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Hari Anak Nasional pertama kali dicanangkan pada tahun 1984 oleh Presiden Soeharto dan diperingati setiap tanggal 23 Juli. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, yang menjadi tonggak penting dalam pengakuan dan perlindungan hak-hak anak di Indonesia, termasuk hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, serta berpartisipasi sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.
Sejak saat itu, Hari Anak Nasional diperingati setiap tahun melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pemerintah, pemerintah daerah, sekolah, organisasi masyarakat, hingga keluarga. Tema yang diangkat selalu mengikuti tantangan zaman, namun tetap mengusung semangat yang sama, yaitu mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan terlindungi.
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026, satuan pendidikan diimbau melaksanakan berbagai kegiatan yang positif, kreatif, edukatif, dan bermakna, dengan melibatkan peserta didik secara aktif. Pedoman pelaksanaan ini mengacu pada Surat Edaran Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 2 Tahun 2026.
Rangkaian peringatan HAN 2026 diawali dengan Upacara Bendera pada 23 Juli 2026, dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia, menyanyikan lagu "Rukun Sama Teman", serta berbagai aktivitas yang menumbuhkan karakter positif, seperti Senam Anak Indonesia Hebat, permainan tradisional, gotong royong, literasi, seni dan budaya, numerasi dan STEAMS, hingga penyampaian aspirasi peserta didik. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip partisipatif, ramah anak, aman, nyaman, serta bebas dari kekerasan, perundungan (bullying), dan diskriminasi.
Mari jadikan Hari Anak Nasional 2026 sebagai momentum untuk memperkuat budaya sekolah yang menghargai hak-hak anak, menumbuhkan karakter, mempererat persahabatan, serta menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan menyenangkan. Karena setiap anak berhak tumbuh menjadi generasi hebat yang akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
✨ Anak Hebat, Indonesia Kuat!