Banyumas, 14 May 2026 –
PURWOKERTO – Dalam upaya memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Bapperida menggelar Rapat Koordinasi Strategis bertajuk "Pengembangan Partisipasi Pemuda" pada Selasa (12/05/2025). Forum ini menegaskan posisi pemuda bukan lagi sekadar objek, melainkan mitra strategis (partner) pembangunan.
Inisiatif ini diwadahi oleh Indonesian Youth Advisory Board (YAB) yang bekerja sama dengan ChildFund International. Mengadopsi filosofi Unit Mino Martani, program ini mengedepankan prinsip pertumbuhan dan kemanfaatan berkesinambungan bagi masyarakat Banyumas.
Mengonversi Bonus Demografi Menjadi Solusi
Data kependudukan
Kabupaten Banyumas tahun 2025 menunjukkan angka yang signifikan: 68,85%
penduduk berada pada usia produktif (15-64 tahun). Unit Mino Martani
hadir untuk memastikan energi besar ini tidak sia-sia, melainkan
dikonversi menjadi solusi nyata atas isu-isu lapangan melalui kampanye
kreatif dan aksi sosial yang masif di media sosial.
Sinergi Program:
Dari Literasi Iklim hingga Kepemimpinan Anak, YAB telah menyiapkan serangkaian program aksi nyata, di antaranya:
• Youth Capacity Enhancement (YCE)
Penguatan kapasitas melalui kunjungan industri dan edukasi lapangan.
• YAB Goes to School
Sosialisasi literasi iklim dan aksi penanaman pohon di sekolah-sekolah seperti SMPN 2 Sumbang dan SMPN 4 Purwokerto.
• Banyumas Kids Take Over (BKTO)
Memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyuarakan aspirasi dalam peran strategis pemerintahan yang ramah anak.
• Aksi Sosial & Lingkungan
Mulai dari edukasi pengelolaan sampah via podcast hingga program ketahanan pangan melalui hidroponik.
Dalam kesempatan ini perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten
Banyumas yang dihadiri oleh Perencana menyampaikan beberapa kolaborasi
strategis yaitu dalam menangani isu-isu pendidikan secara kolaboratif.
YAB diminta dapat berkolaburasi menjadi "Tim Penjangkau Sebaya" untuk
melakukan validasi data dan advokasi peer-to-peer guna menuntaskan
masalah Anak Tidak Sekolah (ATS).
Selain itu, konsep Zero Waste
School akan didorong melalui peran pemuda sebagai fasilitator pelatihan
pemilahan sampah di sekolah-sekolah. Hal ini diharapkan mampu mengubah
pola pikir siswa terhadap kebersihan lingkungan secara fundamental dan
membentuk karakter siswa.
Dengan langkah integratif ini, Dinas
Pendidikan Kabupaten Banyumas optimis dapat membentuk Pelajar yang
berkarakter, memiliki kepemimpinan yang kuat, serta peka terhadap
keberlangsungan lingkungan hidup demi masa depan daerah yang lebih
baik.(muryanti)