Banyumas, 24 June 2026 –
Liburan sekolah merupakan momen yang dinantikan anak-anak untuk beristirahat dari rutinitas belajar. Namun di tengah perkembangan teknologi saat ini, orang tua dihadapkan pada tantangan dalam mengelola penggunaan gadget agar tidak berlebihan selama masa liburan.
Hal tersebut menjadi tema pembahasan dalam program “RRI PRO 1 Purwokerto Menyapa” yang disiarkan melalui RRI Purwokerto dan kanal YouTube RRI Purwokerto, Rabu (24/6/2026). Mengangkat tema “Mengisi Liburan Sekolah Tanpa Gadget Berlebihan”, acara menghadirkan narasumber Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Wahyu Adhi Fibrianto, S.STP., M.AP., serta Dosen Psikologi UMP dan Psikolog Klinis, Shinta Adella, M.Psi., Psikolog.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu Adhi Fibrianto menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget selama liburan sekolah.
“Kegiatan bersama keluarga lebih baik dalam rangka mengurangi penggunaan gadget. Saat anak berada di sekolah, penggunaan gadget masih dapat dipantau oleh guru. Namun ketika kembali ke rumah, orang tua perlu mengawasi berapa banyak waktu yang digunakan anak untuk bermain gadget,” ujarnya.
Menurut Wahyu, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan membuat aturan yang jelas di rumah mengenai durasi penggunaan gadget. Ia menegaskan bahwa peran orang tua sangat besar dalam mengawasi sekaligus memberikan contoh yang baik kepada anak.
Ia juga mengingatkan bahwa saat ini masih banyak anak yang kurang memiliki kepedulian terhadap pekerjaan rumah karena terlalu fokus pada penggunaan perangkat digital.
“Mohon maaf, banyak anak-anak saat ini yang tidak aware terhadap pekerjaan rumah,” ungkapnya.
Wahyu menambahkan bahwa solusi yang tepat bukanlah melarang penggunaan gadget sepenuhnya, melainkan mengatur penggunaannya secara bijak dan proporsional. Menurutnya, banyak orang tua yang sering kali lupa untuk menetapkan batasan dan pendampingan yang konsisten.
Senada dengan hal tersebut, Shinta Adella menjelaskan bahwa penggunaan gadget akan berdampak negatif apabila tidak disertai arahan dan pengawasan dari orang tua.
“Menjadi orang tua tentu tidak mudah. Penggunaan gadget menjadi negatif ketika orang tua tidak mengarahkannya. Harus ada kebijakan dan aturan yang disepakati bersama. Anak-anak juga melihat apa yang orang tua lakukan di rumah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Shinta menegaskan bahwa orang tua perlu menghadirkan aktivitas alternatif yang lebih menarik sehingga anak tidak selalu bergantung pada layar gawai untuk mengisi waktu luang.
“Tugas orang tua adalah menciptakan kegiatan yang lebih menarik daripada bermain gadget,” tambahnya.
Melalui komitmen keluarga, penyusunan jadwal harian yang seimbang, keterlibatan aktif orang tua, serta pengalihan aktivitas ke kegiatan fisik, kreatif, dan edukatif, liburan sekolah dapat menjadi momen yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Kehadiran orang tua secara utuh dalam setiap aktivitas keluarga menjadi kunci utama agar anak merasa diperhatikan dan mampu menikmati liburan tanpa ketergantungan berlebihan terhadap gadget.(sunarto)