Banyumas, 25 April 2026 –
Kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti ke Banyumas pada Sabtu (25/4/2026) menjadi momentum penguatan pendidikan nonformal, khususnya melalui peran strategis Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Kegiatan ini dirangkaikan dengan peresmian revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Banyumas yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia.
Bertempat di Pendopo Si Panji Purwokerto, Mendikdasmen hadir didampingi Direktur Pendidikan Nonformal dan Informal I Gusti Made Ardana, Kepala BBPMP Provinsi Jawa Tengah Nugraheni Triastuti, Kepala BBGTK Provinsi Jawa Tengah Darmadi, serta Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Turut hadir jajaran Forkopimda yang menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap pembangunan pendidikan di daerah.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa PKBM memiliki peran penting dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang tidak dapat mengikuti jalur formal. “Kita dorong aksesibilitas warga belajar di PKBM, karena beberapa kondisi yang tidak memungkinkan mereka untuk mendapatkan layanan seperti pendidikan formal lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kemendikdasmen berkomitmen memberikan ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk tetap memperoleh pendidikan. “Ada yang bekerja, ada yang menjadi seniman, ada olahragawan, mereka bisa kita layani melalui pendidikan nonformal melalui PKBM,” imbuhnya.
Pada tahun 2026, Kabupaten Banyumas mendapatkan alokasi revitalisasi untuk 34 satuan pendidikan. Program ini merupakan bagian dari Quick Wins Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada percepatan peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk melalui sektor pendidikan. Revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan sarana dan prasarana serta kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh.
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam mengembangkan PKBM tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai wadah penguatan keterampilan hidup (life skill). “Kita akan dorong PKBM tidak hanya sebagai tempat mengenyam pendidikan, tapi juga life skill. Yang butuh kambing, kita bantu kambing agar warga belajar bisa belajar beternak. Yang butuh ayam atau lainnya juga bisa kita fasilitasi,” jelasnya.
Langkah ini menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. PKBM diharapkan menjadi solusi nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.