Banyumas, 11 February 2026 –
SEMARANG (10 Februari 2026) – Jawa Tengah menunjukkan keseriusannya
membangun peradaban berbasis literasi. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor)
Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, sinergi 35
kabupaten/kota disatukan untuk mempercepat penguatan budaya baca hingga
pelosok desa.
Rakor yang digelar di Gedung Grhadika Bhakti Praja ini
dipimpin langsung oleh Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah, Ny. Hj.
Nawal Nur Arafah Yasin, M.Si, serta dihadiri Bunda Literasi dan Kepala
Dinas Pendidikan se-Jawa Tengah.
Dalam arahannya, Ny. Hj. Nawal menegaskan bahwa literasi bukan lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan kecakapan mengelola informasi untuk membangun kualitas sumber daya manusia dan peradaban.
“Literasi harus melahirkan generasi yang kritis, berkarakter, dan siap menghadapi era digital,” tegasnya.
🎯 Target Nyata: Satu Desa Satu Perpustakaan
Jawa Tengah saat ini
memiliki 7.621 perpustakaan desa/kelurahan. Tahun 2026, ditargetkan
meningkat menjadi 8.563 unit agar seluruh desa memiliki akses literasi
yang layak dan merata.
Tak berhenti pada kuantitas, Rakor juga menekankan kualitas. Pengembangan micro library dan pemberdayaan rumah baca desa didorong menjadi pusat aktivitas literasi masyarakat—ruang belajar, diskusi, hingga kreativitas lintas generasi.
💻 Literasi Digital Jadi Prioritas
Di tengah derasnya arus
informasi, penguatan literasi digital menjadi agenda utama. Masyarakat
diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi mampu memilah,
memahami, dan memanfaatkannya secara bijak.
Gerakan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) juga diperkuat sebagai motor penggerak di tingkat akar rumput. Kolaborasi lintas sektor diyakini menjadi kunci agar gerakan literasi tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi gerakan sosial yang hidup dan berkelanjutan.
🌾 Berakar pada Budaya Lokal
Menariknya, Rakor ini juga menegaskan
pentingnya literasi berbasis kearifan lokal. Nilai unggah-ungguh, sopan
santun, dan karakter khas Jawa Tengah tetap menjadi fondasi di tengah
gempuran budaya global.
Rakor Bunda Literasi Jateng 2026 bukan sekadar agenda tahunan. Ini adalah langkah strategis membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap membawa Jawa Tengah menuju masa depan yang lebih kuat.
Karena dari desa yang literat, lahir peradaban yang bermartabat. (akbar-editor: sunarto)