Banyumas, 01 June 2026 –
Purwokerto – Hasil Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKAD) jenjang SMP/MTs Kabupaten Banyumas Tahun Ajaran 2025/2026 memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi capaian akademik peserta didik sekaligus menjadi bahan refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Di balik prestasi sejumlah sekolah yang berhasil mencatatkan hasil membanggakan, data juga menunjukkan masih adanya tantangan besar dalam pemerataan mutu pendidikan dan peningkatan kompetensi dasar peserta didik.
Menurut Kadindik banyumas Widodo Sugiri, S.T., dari hasil TKAD, rata-rata capaian akademik siswa SMP/MTs di Kabupaten Banyumas mencapai 51,70. Angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran masih memerlukan perhatian dan penguatan secara berkelanjutan. Bahkan, sebanyak 72,69 persen peserta didik memperoleh nilai di bawah 60, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa masih menghadapi kendala dalam penguasaan konsep dan literasi akademik.
Dari sisi mata pelajaran, capaian IPA tercatat lebih baik dengan rata-rata 56,15, sementara Bahasa Inggris berada pada angka 47,25. Rendahnya capaian Bahasa Inggris juga terlihat dari median nilai yang hanya mencapai 44,00, sehingga menjadi salah satu bidang yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam upaya peningkatan mutu pendidikan.
Meski demikian, hasil TKAD juga menunjukkan adanya peserta didik yang mampu meraih prestasi sangat tinggi. Nilai tertinggi mata pelajaran IPA mencapai 100,00, sedangkan nilai tertinggi Bahasa Inggris mencapai 98,00. Namun jumlah siswa yang masuk kategori unggul dengan nilai di atas 90 masih sangat kecil, yakni hanya 0,64 persen dari total peserta yang mengikuti tes.
Dari sisi sekolah, hasil TKAD memperlihatkan bahwa mutu pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh status sekolah negeri atau swasta. Walaupun rata-rata SMP negeri mencapai 53,71, lebih tinggi dibandingkan SMP swasta yang berada pada angka 48,70, sekolah-sekolah dengan peringkat tertinggi justru didominasi oleh sekolah swasta yang mampu membangun budaya akademik dan sistem pembelajaran yang efektif.
Berdasarkan nilai rata-rata TKAD, sepuluh besar sekolah terbaik di Kabupaten Banyumas adalah SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, SMP Boarding School Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, SMP Susteran Purwokerto, SMP Negeri 2 Purwokerto, SMP Telkom Purwokerto, SMP UMP Purwokerto, SMP IT Harapan Bunda Purwokerto, SMP Bruderan Purwokerto, SMP Negeri 1 Ajibarang, dan SMP Muhammadiyah Boarding School Zam-Zam Cilongok.
Posisi pertama diraih oleh SMP Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto dengan rata-rata nilai 76,13, diikuti SMP Boarding School Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto dengan nilai 75,14, serta SMP Susteran Purwokerto dengan nilai 75,07. Sementara itu, SMP Negeri 2 Purwokerto menjadi sekolah negeri dengan capaian tertinggi melalui rata-rata nilai 74,48.
"Meski terdapat sekolah-sekolah yang menunjukkan capaian sangat baik, data juga mengungkap bahwa 63,91 persen sekolah atau 147 dari 230 SMP/MTs di Kabupaten Banyumas masih memiliki nilai rata-rata di bawah 50. Selain itu, kesenjangan capaian antar sekolah masih cukup lebar dengan rentang nilai mencapai 44 poin antara sekolah dengan skor tertinggi dan terendah," ungkap Kadindik.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas menegaskan bahwa hasil TKAD bukan sekadar alat pemeringkatan sekolah, melainkan instrumen untuk memetakan kondisi riil pendidikan dan menyusun langkah perbaikan yang lebih tepat sasaran. Oleh karena itu, berbagai strategi intervensi telah disiapkan guna meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
Salah satu strategi yang akan diperkuat adalah penerapan Deep Learning melalui pembelajaran yang mindful (sadar tujuan), meaningful (bermakna), joyful (menyenangkan), dan terukur. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman konsep secara mendalam, bukan sekadar kemampuan menghafal materi.
Selain itu, penguatan kompetensi Bahasa Inggris akan dilakukan melalui paparan pembelajaran harian selama 10–15 menit yang berfokus pada pengayaan kosakata, membaca teks pendek, memahami instruksi, dan meningkatkan kemampuan literasi bahasa secara kontekstual.
Sekolah juga didorong membentuk Klinik Belajar untuk memberikan layanan pendampingan kepada siswa yang memerlukan bantuan belajar tambahan. Sementara itu, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) akan berperan sebagai pusat perbaikan mutu melalui penyusunan bank soal literasi dan HOTS, serta berbagi praktik baik dari sekolah-sekolah yang telah menunjukkan capaian unggul.
Sebagai bagian dari tindak lanjut, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas akan melakukan pendampingan akademik, supervisi, dan audit pembelajaran terutama bagi sekolah-sekolah yang masih memiliki capaian rendah.
Hasil TKAD Tahun Ajaran 2025/2026 menjadi pengingat bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Prestasi yang telah diraih sekolah-sekolah unggul perlu diapresiasi dan dijadikan inspirasi, sementara tantangan yang masih ada harus dijawab melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Dengan pembelajaran yang lebih berkualitas, penguatan literasi, serta intervensi yang tepat sasaran, Banyumas optimistis dapat mewujudkan pendidikan yang semakin merata, bermutu, dan berdaya saing menuju Banyumas Berprestasi.