Banyumas, 03 January 2026 –
Mengenal Hackathon Rumah Pendidikan 2025
Sebuah kesempatan datang dari Rumah Pendidikan yang diadakan oleh Pusat data, Teknologi, dan Informasi Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, dengan mengadakan Ajang Kompetisi Hackathon Tahun 2025. Ajang kolaborasi dan inovasi digital ini dirancang khusus bagi guru dan tenaga kependidikan untuk mendorong pengembangan sumber belajar berupa gim interaktif berbasis web. Kompetisi ini bertujuan memperkaya ekosistem Rumah Pendidikan, di mana para peserta ditantang untuk membentuk tim solid dari unit kerja masing-masing guna menciptakan solusi teknologi pembelajaran.
Visi Sederhana Berdedikasi Tinggi
Terbentuknya tim "Deadline Defenders Jadul" dari SD Negeri Sokaraja Kidul, Korwilcam Dindik Sokaraja, Kabupaten Banyumas, bermula dari visi sederhana namun berdedikasi tinggi: keinginan untuk terus belajar dan meng-upgrade diri. Visi utama tim ini adalah menciptakan pengalaman belajar yang memadukan teknologi gim modern dengan materi pendidikan berkualitas, sehingga siswa dapat menikmati proses belajar sambil bermain.
“Awalnya, ambisi untuk memenangkan kompetisi sama sekali tidak terlintas dalam benak kami. Niat kami tulus ingin menimba ilmu dari para narasumber kompeten dalam bidangnya. Ketertarikan ini bermula saat kami mengikuti Kickoff Meeting bertema "Wujudkan Indonesia Cerdas: Gim Edukasi untuk Pembelajaran Seru" di kanal YouTube Rumah Pendidikan. Berbekal surat penugasan dari Kepala Sekolah, kami pun memberanikan diri mendaftar,” ujar Nyai Cintang selaku ketua tim.
Perjalanan Menuju Panggung Nasional
Perjalanan dimulai pada 27–28 November 2025, di mana setiap tim wajib mengikuti pelatihan daring yang difasilitasi oleh Google for Education dan Canva. Antusiasme tim memuncak saat memasuki tahap penyusunan proposal konsep gim. Meskipun waktu yang diberikan sangat singkat hanya 5 hari (29 November – 3 Desember 2025) semangatpun tak surut. Tim berhasil membuktikan komitmen dengan menyusun proposal berisi dua karya gim yaitu “Egrang Decimal Run” yang dibuat menggunakan tools Google for Education dan “Skeletal Savior Mission” yang dibuat dengan tools canva.
Tahap berikutnya adalah seleksi ketat proposal ide karya. Dari sekian banyak pendaftar, Tim Deadline Defenders Jadul berhasil lolos sebagai 10 Finalis Terbaik Nasional jenjang SD. Merekapun berhak melaju ke Tahap Inkubasi Proposal yang dimulai pada 9 Desember 2025.
Selama masa inkubasi, tim dibimbing langsung oleh mentor dari Google for Education dan Canva untuk menyempurnakan gim. Tak hanya itu, tim ini juga melakukan uji coba lapangan kepada 14 siswa kelas VI SDN Sokaraja Kidul. Tujuannya adalah memastikan semua fitur gameplay berfungsi dengan baik dan mengukur respons siswa melalui kuesioner. Hasilnya, siswa sangat antusias dan merasa terbantu dalam pembelajaran.
Detik-Detik Penentuan Juara
Proses seleksi ketat sesungguhnya tiba pada tahap presentasi dan wawancara tanggal 12 Desember 2025. Mereka harus bersaing dengan finalis tangguh dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, hingga Nusa Tenggara Timur.
Berhadapan dengan dewan juri substansi, juri Canva, dan juri Google for Education secara daring, mereka memaparkan karya dengan strategi yang telah disiapkan matang. Kerja keras tersebut berbuah manis. Pada 13 Desember 2025, dewan juri mengumumkan 3 Besar untuk masing-masing jenjang, dan Tim Deadline Defenders Jadul berhasil menjadi salah satu pemenangnya di jenjang SD.
Puncak dari pencapaian ini adalah undangan resmi dari Pusdatin Kemendikdasmen RI. Pada 15 Desember 2025, tim Deadline Defenders Jadul diundang menghadiri malam penganugerahan Hackathon Rumah Pendidikan dalam rangkaian Rakor Data dan Teknologi Informasi Pendidikan di Hotel Grand Sahid Jaya, Puri Agung I, Jakarta.
Refleksi dan Harapan
Pencapaian ini sungguh di luar dugaan, namun sangat sesuai dengan filosofi nama tim yaitu berdedikasi menembus batas waktu demi pembelajaran yang menyenangkan. Kesuksesan ini secara tidak langsung memupuk jiwa inovasi di bidang pendidikan. Tentu saja, prestasi ini tak lepas dari doa dan dukungan penuh pihak sekolah yang selalu memberikan ruang positif bagi setiap guru untuk berkembang.
Profil Tim Deadline Defenders Jadul
Tim ini digawangi oleh tiga pendidik inspiratif dari SDN Sokaraja Kidul:
Bagi Tim Deadline Defenders Jadul, trofi juara hanyalah bonus manis dari sebuah proses belajar yang panjang. Kemenangan sesungguhnya adalah ketika ilmu yang kami serap mampu menghadirkan senyum antusiasme di wajah para siswa saat belajar. Kami berharap, langkah kecil dari SDN Sokaraja Kidul ini dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh guru di Indonesia untuk tidak pernah lelah belajar, berinovasi, dan mendobrak batas demi memajukan pendidikan bangsa. Ayo wujudkan inovasi pendidikan yang lebih inklusif, kreatif, dan berdampak!