Banyumas, 24 February 2026 –
Latihan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merupakan simulasi asesmen terstandar untuk mengukur capaian akademik siswa jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. TKA berfokus pada penguatan literasi Bahasa Indonesia serta numerasi Matematika sebagai fondasi utama keberhasilan belajar peserta didik.
Tes ini bersifat sukarela (opsional) dan dirancang sebagai sarana pemetaan mutu pendidikan sekaligus penguatan objektivitas nilai untuk seleksi pendidikan lanjutan.
Seperti dikutip dari laman https://pusatinformasi.rumahpendidikan.kemendikdasmen.go.id, Latihan TKA bertujuan untuk:
- Menyediakan penilaian yang objektif, adil, dan terstandar.
- Membantu siswa mengukur kemampuan akademik sebagai bekal menuju jenjang lebih tinggi.
-
Mendukung penguatan portofolio akademik, termasuk dalam proses seleksi
seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) bagi siswa SMA/SMK.
Fokus Materi yang diujikan ;
1. Bahasa Indonesia: Mengukur kemampuan literasi membaca dan memahami isi bacaan.
2. Matematika: Menguji pemahaman konsep serta kemampuan penyelesaian masalah (problem solving).
Bentuk dan Akses Latihan :
Latihan TKA disajikan dalam bentuk
simulasi soal berbasis daring yang memungkinkan siswa mengenali format
tes sesungguhnya. Materi simulasi dapat diakses melalui laman resmi
Pusmendik Kemendikdasmen:
https://pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/
Selain itu, tautan simulasi juga kerap dibagikan melalui media sosial resmi kementerian.
Untuk tahun 2026, pelaksanaan TKA direncanakan bagi jenjang SD dan SMP pada bulan April, sementara untuk SMA/SMK telah lebih dahulu berjalan.
Antusiasme Satuan Pendidikan ;
Kabid Pembinaan SMP, Dyah Ernawati Kurnianingsih, mengajak peserta didik untuk aktif mencoba latihan soal yang telah disediakan.
“Kami mengajak peserta didik bisa mencoba soal-soal matematika dan Bahasa Indonesia melalui laman yang disediakan Kemendikdasmen,” ungkapnya.
Sejumlah satuan pendidikan pun telah melaksanakan simulasi TKA, baik melalui handphone maupun komputer/laptop.
Andriani Dwijayanti, guru SDN 4 Arcawinangun, menyampaikan:
“Anak-anak kami kelas 6 sudah 4 kali try out, baru menggunakan handphone.”
Hal serupa disampaikan Taufiq Qurakhman guru SDN 3 Karangpucung yang telah mencoba simulasi TKA
“Kelas 6 lebih dari 6 kali simulasi, alhamdulillah lancar.” ucapnya.
Tantangan dan Evaluasi
Di sisi lain, beberapa orang tua dan guru menilai tingkat kesulitan soal cukup tinggi.
Agung
Pambudi, salah satu orang tua siswa dari Kembaran, mengungkapkan bahwa
anaknya mengalami kesulitan terutama pada soal matematika yang dinilai
setara tingkat SMP.
Hal yang sama juga dirasakan peserta didik.
“Ada yang bisa, ada yang tidak,” ujar Farel Rabbani dari Rawalo saat mengikuti simulasi.
Komitmen Peningkatan Mutu
Meski menghadirkan tantangan, latihan
TKA diharapkan mampu mendorong budaya belajar yang lebih terarah,
memperkuat literasi dan numerasi, serta membangun kesiapan siswa
menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. Melalui partisipasi aktif
sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik, TKA menjadi langkah
strategis dalam mendukung transformasi pendidikan yang lebih berkualitas
dan berkeadilan. (sunarto-24022026)